PARIWARA

DbClix Bisnis Dahsyat tanpa modal Your Ad Here

Friday, February 15, 2013

KLASIFIKASI PENILAIAN KINERJA PERUSAHAAN

Penilaian terhadap kinerja perusahaan dapat diklasifikasikan ke dalam tips umum, yakni (Soeprihanto, 1996: 35) 1. Tipe Objektif Penilaian kinerja tipe objektif memasukkan data produksi, pemasaran keuangan dan bidang manajemen lain yang terkait. 2. Tipe Subjektif Penilaian subjektif tergantung pertimbangan kemanusiaan yang memilit berbagai kecenderungan seperti kelonggaran, kecenderungan ke pusat dan hal error. Agar penilaian tipe ini bermanfaat maka penilaian sebaiknya didasarka pada analisis yang teliti rnengenai perilaku yang relevan dengan jabatan atau pekejaan. Para manajer lebih menekankan pada penilaian tipe subjektif dalam menilai prestasi karyawan sebab penilaian dengan tipe objektif sering kurang mendukung sebagai akibat beberapa kelemahan pada masing-masing bidang organisasi. Sebagai contoh, bidang pemasaran: jumlah nilai penjualan seorang salesman dipengaruhi oleh beberapa faktor yang sifatnya di luar jangkauan kendali seperti wilayah, jarak, lugs dan lain-lain, situasi persaingan, kondisi dan kemampuan masyarakat. Padahal tujuan penilaian adalah prestasi kerja salesman. Jika dikaitkan dengan manajemen strategi proses penilaian kinerja perusahaan ini merupakan bagian dan dan evaluasi strategi, di mana hasil evaluasi ini digunakan untuk menentukan apakah strategi yang dipilih dapat meningkatkan kinerja penisaliaan atau sebaliknya, agar perusahaan dapat menentukan langkah selanjutnya yaitu apakah strategi akan ditekniskan atau diperlukan strategi baru yang lebih tepat bagi perusahaan. Sumber: Agung Utama. Manajemen Kinerja. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta
Baca Selengkapnya....

Monday, January 21, 2013

INDIKATOR PRESTASI KERJA

Menurut Supardi (1989: 69) indikator-indikator penilaian prestasi kerja adalah:
1. Kualilas kerja. Kualitas kerja ini meliputi akurasi, ketelitian, kerapian dalam melaksanakan tugas peker jaan yang diberikan, mempergunakan dan memelihara alat-olat, memiliki ketrampilan dan kecakapan dalam bekerja. 2. Kuantitas kerja, meliputi keluaran atau output dan target kerja dalam kuantitas kerja. 3. Hubungan kerja, merupakan penilaian berdasar pada sikap dan kerjasama karyawan, terhadap pimpinan atau atasan, terhadap pihak perusahaan dan kesediaan dalam menerima perubahan kerja. 4. Penyesuaian pekerjaan, merupakan penilaian prestasi kerja yang ditinjau dari kemampuan dalam melaksanakan tugasnya diluar pekerjaan maupun adany tugas barn kecepatannya berpikir dan bertindak dalam bekerja. 5. Ketangguhan merupakan pengukuran dari segi kernampuan orang atau keandalan karyawan dalam melaksanakan tugas. 6. keselamatan kerja, yaitu penilaian tentang bagaimana perhatian karyawan terhadap keselamatan kerjanya.
Sumber: Agung Utama. Manajemen Kinerja. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta
Baca Selengkapnya....

Tuesday, December 25, 2012

TUJUAN PEMERIKSAAN KINERJA

Menurut Setyawan (1988: 9), keberhasilan sebuah strategi dapat dilihat melalui kinerja perusahaan,sehingga tujuan pemeriksaan kinerja adalah: 
  1. Menilai hasil-hasil kerja manajemen agar dewan komisaris dapat memperoleh input yang mencukupi guna menilai tujuan yang diinginkan dan strategi kerja yang ditempuh. 
  2. Menciptakan media komunikasi antara dewan komisaris dengan manajemen mengenai pedoman-pedoman dan standar-standar kerja di masa yang askan datang. Hal ini disebabkan dewan Komisaris tidak memiliki informasi selengkap informasi yang dimiliki oleh manajemen mengenai kondisi bisnis, selling, fokus pemeriksaan terletak pada penilaian atas kualitas tim manajemen baik secara individual maupun kolektif di mana tim manajemen bekerjasama. 
Sumber: Agung Utama. Manajemen Kinerja. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta
Baca Selengkapnya....

Tuesday, December 18, 2012

PENGERTIAN DAN DIMENSI KINERJA

Menurut kamus istilah manajemen (1981: 203) adalah kegiatan menunaikan tugas atau basil kerja (karya) atau kinerja. Kamus Inggris-Indonesia (Echols dan Sadli, 1980: 425) menjelaskan sebagai bahwa kinerja berarti daya guna, prestasi atau hasil kerja. Prawirosentono (1999: 2) menyatakan bahwa kinerja adalah basil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau kelompok orang suatu organisasi, sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing dalam rangka mencapai tujuan organisasi secara legal, bermoral dan beretika. Sehingga prestasi kerja sesuai dengan definisi di atas sama dengan kinerja. 

Soepardi (1989: 63) mendefinisikan prestasi kerja sebagai kegiatan dan hasil yang dapat dicapai atau ditunjukkan oleh seseorang di dalam pelaksanaan tugas atau pekerjaan. Dapat pula dikatakan bahwa prestasi kerja merupakan perwujudan atau penampilan seseorang dalam pelaksanaan pekerjaan. Seseorang dapat dikatakan berprestasi ketja dengan balk, apabila dapat mencapai sasaran atau standar kerja yang telah ditentukan. 

Kinerja perusahaan sangat terkait erat dengan kajian Flint dalam manajemen strategi terutama dalam proses evaluasi strategi. Hal ini dikarenakan di dalam proses evaluasi strategi tercakup kegiatan: evaluasi terhadap kinerja dan mengukur kinerja.Dalam proses evaluasi strategi dipandang sebagai kegiatan empat unsur yang saling berkaitan, yakni: menggariskan sasaran prestasi kerja, standard dan batas toleransi untuk tujuan, strategi dan rencana pelaksanaan, Mengukur posisi yang sesungguhnya sehubungan dengan sasaran pada suatu waktu tertentu. Jika hasilnya terletak di luar batas tersebut maka manajer perlu segera mengambil tindakan, penganalisa penyimpangan dari batas toleransi yang dapat diterima serta melaksanakan modifikasi jika dirasa perlu dan atau layak. 

Salah satu kegiatan di atas adalah menggariskan sasaran prestasi kerja dan batas toleransi untuk tujuan, strategi dan rencana pelaksanaan. Bagi perusahaan prestasi kerja seringkali dijadikan indikator dari sukses tidaknya sebuah strategi karena tujnan dari kegiatan evaluasi strategi ini adalah sebagai sarana untuk pengecekan dan pengujian bahwa strategi yang dipilih sudah konsisten, tepat dan dapat dijalankan sesuai dengan analisis internal dan eksternal yang telah dilakukan di awal penentuan strategi. 

Sumber: Agung Utama. Manajemen Kinerja. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta
Baca Selengkapnya....

Tuesday, October 30, 2012

PARTISIPASI PEGAWAI

Partisipasi merupakan salah satu cara untuk memotivasi yang mempunyai ciri khas yang lain daripada yang lain. Hal ini disebabkan partisipasi lebih ditekankan pada segi psikologis daripada segi materi, artinya dengan jalan melibatkan seseorang di dalamnya, maka orang tersebut akan ikut bertanggung jawab. Menurut Allport (Sastropoetro, 1998 : 12), seseorang yang berpartisipasi sebenarnya mengalami keterlibatan dirinya/egonya yang sifatnya lebih daripada keterlibatan dalam pekerjaan atau tugas saja. Dengan keterlibatan dirinya juga berarti keterlibatan pikiran dan perasaannya. 

Partisipasi memiliki tiga gagasan penting, yakni keterlibatan, kontribusi, dan tanggung jawab
a. Keterlibatan Mental dan Emosional/Inisiatif 
Pertama dan yang paling utama, partisipasi berarti keterlibatan mental dan emosional daripada hanya berupa aktivitas fisik. Diri orang itu sendiri yang terlibat, bukan hanya keterampilannya. Keterlibatan ini bersifat psikologis daripada fisik. Seseorang berpartisipasi berarti terlibat egonya daripada hanya terlibat tugas. Sebagian manajer keliru memandang keterlibatan dalam pelaksanaan tugas sebagai partisipasi yang sesungguhnya. Mereka mengadakan pertemuan, meminta pendapat, dan sebagainya (Davis, 1995 : 179). 

b. Motivasi Kontribusi 
Gagasan kedua yang penting dalam partisipasi adalah memotivasi orang-orang yang memberikan kontribusi. Mereka diberi kesempatan untuk menyalurkan sumber inisiatif dan kreativitasnya untuk mencapai tujuan organisasi. Dengan demikian, partisipasi berbeda dari “kesepakatan”. Partisipasi lebih dari sekadar upaya untuk memperoleh kesepakatan atas sesuatu yang telah diputuskan. Partisipasi sangat bernilai karena dapat meningkatkan motivasi dan membantu pegawai untuk memahami dan menjelaskan mereka mencapai tujuan.

c. Tanggung Jawab 
Gagasan ketiga adalah partisipasi mendorong orang-orang untuk menerima tanggung jawab dalam aktivitas kelompok. Ini juga merupakan proses sosial yang melaluinya orang-orang menjadi terlibat sendiri dalam organisasi dan mau mewujudkan keberhasilannya. Pada saat orang-orang mau menerima tanggung jawab aktivitas kelompok, mereka melihat adanya peluang untuk melakukan hal-hal yang mereka inginkan, yaitu merasa bertanggung jawab menyelesaikan pekerjaannya. Gagasan tentang upaya menimbulkan kerja tim dalam kelompok ini merupakan langkah utama mengembangkan kelompok untuk menjadi unit kerja yang berhasil. Jika orang mau melakukan sesuatu, mereka akan menemukan cara melakukannya (Davis : 1995 : 181). 

Sumber: Anak Agung Sagung Kartika Dewi, 2003, Universitas Udayana, Bali
Baca Selengkapnya....

Friday, August 17, 2012

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI

Hatiku tak sebening aliran air dari pegunungan.
Sikapku tidak sesempurna para Ahli Surga.
Tutur kataku tak seindah suara lantunan ayat suci Al-Qur'an.

Saat yang baik ini dan detik-detik menjelang akhir bulan Ramadhan 1433 H perkenankan diriku ini memohon maaf atas semua khilaf dan salahku pada semua orang yang telah hadir dalam kehidupanku, baik yang menyayangiku ataupun yang membenciku.

Dengan hati yang ikhlas dan tulus saya beserta keluarga mengucapkan:
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI
1 Syawal 1433 H
Minal Aidzin wal Faizin
Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Baca Selengkapnya....

Wednesday, July 25, 2012

FOREX ROBOT

This'll get you really pumped. 

If you had put $250 into an account 1 year ago using my completely unique, automated Forex profit-pumping machine, and checked now you would have returned to a cool $1,295,161.50 staring you in the face saying "spend me". 

You'd REALLY like that, right? So pay very close attention... 

The first thing I need you to do is STOP

STOP struggling to master the tricky Forex trading system. 
STOP losing sleep waiting for a good trade, then missing it anyway. 
STOP fighting the mental battle of greed versus fear. 
STOP searching for a way to earn automated Forex profits. 
STOP envying those who seem to cash in on Forex with ease. 
STOP wasting your vital investment money on garbage that doesn't give you RETURNS. 

Seriously. Take a second to just STOP all of those barriers in your path to riches. If you've struggled in chase of PIPs or automated profits, then I know how frustrated you already are

That's why you have to take a deep breath, and STOP. So many burdens work to distract you from one of the most important tenets in life: the simplest solution is the best. I want you to hold on to that, because we're going to come back to it later. 

Before I let you know who I am, I want to talk about your main focus: you

You may not think that an automated Forex trading system could possibly pump real, spendable cash directly into a bank account day in, and day out. That's good, I want you to be skeptical. 

Being skeptical means you're smart. And working smart instead of working hard is one of the key secrets to killing it at Forex. 

And in order to profit big at Forex without lifting a finger or spending even one minute on research, you've got to know another truth.... 

I decided to kick back, and train a MACHINE to earn me my riches, and that came with awesome added perks: 
  • A completely automated money-generating powerhouse. Literally set it, forget it, earn it. 
  • No time wasted on research that actually costs you money. 
  • No interpreting scary number crunching... indicators... or treadlines... at all. 
  • Reporting of the highest accuracy 
  • Trading with as lowest possible risk as humanly (or should I say machine-ly?) possible! 
  • Only the best trades possible are carried out. Now really focus on this part. Computers don't get emotional. Emotions affect trades. Even the most seasoned of traders can't deny the powerful role emotions play in making financial decisions. You won't struggle with any of that! With my software...
 The best trade is alwasys made for you even while you’re snuggled up in bed.
  • 24/5 trading. Stay up late, sleep in, or reverse it. No matter. The robot is always working for you and never tires or requests a vacation. 
  • The machine never wants a cut. Profits are all yours. In fact... with my revolutionary Forex trading strategy and hands-off automation system, you'll work less, and earn more cash, than ever
For complete information please click here:
Baca Selengkapnya....

Saturday, July 21, 2012

OLAH & ANALISIS DATA PENELITIAN

Mungkin Anda adalah orang yang sedang: Bingung, Pusing, atau Stres bahwasannya data penelitian Anda belum diolah atau olahan data penelitian belum sesuai harapan Anda. Jangan jadi penghalang hal-hal tersebut bagi Anda dalam penyelesaian Skripsi, Tesis, atau Disertasi. 

Anda sudah tepat sekali berada di sini.

INILAH SOLUSI TEPAT UNTUK ANDA 

OLAH & ANALISIS DATA PENELITIAN

Kami siap membantu dan menjadi solusi bagi Anda dalam Olah dan Analisis Data Penelitian guna keperluan penyelesaian Skripsi, Tesis atau Disertasi Anda dengan software SPSS, EViews, Lisrel, dll pada jurusan Ekonomi, Manajemen, Kedokteran, Kebidanan, Keperawatan, Pertanian, Peternakan, Teknik, dll. 

Layanan olah dan analisis data penelitian yang Kami tawarkan kehadapan Anda diantaranya: 
  1. Rekapitulasi Data Penelitian ke Ms. Excel 
  2. Pengujian Instrumen Penelitian: a. Uji Validitas – Bivariate Pearson Correlation, b. Uji Reliabilitas – Cronbach Alpha.
  3. Pengujian Penyimpangan Asumsi Klasik: a. Uji Multikolinearitas – Collinearity Diagnostic with Tolerance & VIF, b. Uji Heterokedastisitas – Scatter Plot – SRESID & ZPRED, c. Uji Autokorelasi – Durbin Watson.
  4. Pengujian Asumsi Dasar: a. Uji Normalitas – One Sample Kolmogorov-Smirnov, P-Plots, b. Uji Homogenitas – One Way Anova – Test of Homogenity Variance, c. Uji Linieritas – Anova Table Linearity.
  5. Pengujian Statistik Deskriptif: a. Mean, Median, Maximum, Minimum, Standard Deviasi. b. Distribusi atau Grafik Frekuensi Profil Responden (untuk data kuesioner). 
  6. Pengujian Hipotesis: a. Compare Mean (One Sample t test, Paired Sample t test, ANOVA), b. Analisis Korelasi, Menjelaskan Hubungan antar Variabel - Uji Bivariate Correlation Product Moment, c. Analisis Regresi Sederhana atau Berganda, d. Analisis Regresi dengan Variabel Moderating atau Intervening. e. Analisis Jalur (Path Analysis), f. Analisis Statistik Non-Parametrik: 1) Analisis Chi Square, 2) Analisis Two Independen Sample (Median Test, Wilcoxon – Mann – Whitney, atau Kolmogorov – Smirnov), 3) Analisis K-Independen Sample (Kruskall-Wallis), 4) Analisis Two Related-Samples (McNemar, Sign Test, Wilcoxon Signed Rank Test), 5) Analisis K-Related Samples (Cohran or Friedman), g. Structural Equation Modelling (SEM).
Beberapa Keuntungan Menggunakan Jasa Olah dan Analisis Data Penelitian: 
  • Hemat Waktu, olah dan analisis data penelitian dapat dilakukan dengan lebih cepat. 
  • Teliti dalam Perhitungan, tingkat error perhitungan dapat diminimalisasi. 
  • Sesuai dengan Keinginan, hasil olah dan analisis data penelitian Anda sesuai dengan apa yang diharapkan. 
  • Terpercaya, terdiri dari tim olah dan analisis data yang memiliki kompetensi dalam ilmu statistika. 
  • Handal, memiliki referensi-referensi yang up to date dalam olah dan analisis data penelitian. 
  • Berpengalaman, telah terbiasa melakukan berbagai bentuk dan metode analisis dalam penelitian. 
  • Rinci, interpretasi dari olah data penelitian lengkap dan mudah dipahami. 
Berbekal beberapa keuntungan di atas maka ANDA TIDAK PERLU RAGU LAGI untuk menggunakan jasa olah dan analisis data penelitian yang telah kami tawarkan. 

BAYANGKAN SEBENTAR LAGI SKRIPSI, TESIS, ATAU DISERTASI ANDA DAPAT DISELESAIKAN DAN SATU MASALAH ANDA TELAH TERSELESAIKAN. 

Tunggu apalagi ? Segera percayakan olah dan analisis data penelitian Anda kepada Kami. 

Anda hanya perlu melakukan beberapa prosedur di bawah ini: 
  1. Email Data Mentah, Kirimkan data mentah (disarankan dalam format excel), BAB I, BAB III, dan kuesioner (jika penelitian survei) ke email kami di analisis4u@yahoo.com
  2. Analisis yang Diinginkan, sertakan juga pada email data mentah tersebut bentuk analisis yang Anda inginkan 
  3. Sabar, tim Kami akan menilai kesesuaian analisis dengan banyak variabel penelitian, jumlah data penelitian dan tingkat kesulitan guna menentukan biaya olah dan analisis data penelitian serta alokasi waktu penyelesaiannya. 
  4. Transfer, jika Anda sepakat dengan biaya dan waktu penyelesaiannya maka secepatnya lakukan pembayaran ke nomor rekening bank kami (nomor rekening bank kami didapatkan melalui email), agar secepatnya pula kami melakukan olah dan analisis data penelitian Anda. 
  5. Konfirmasi, lakukan konfirmasi kembali bahwa Anda telah melakukan transfer pembayaran ke email kami: analisis4u@yahoo.com dengan disertakan hasil scanner bukti transfer pembayaran. 
  6. Olah dan Analisis Data, kami melakukan olah dan analisis data penelitian sesuai dengan keinginan Anda.
  7. Hasil Olah dan Analisis Data, dikirimkan sesuai waktu yang telah disepakati ke email Anda. 

Terima kasih buat teman, sahabat, atau rekan-rekan yang sudah mempercayai olah dan analisis data penelitian Anda kepada Kami.
Baca Selengkapnya....

Wednesday, July 18, 2012

FAST TRACK CASH

"Discover The Fastest Way To Get Real Cash From The Internet...Even If You've No Experience, Website Or Product!" 

No Matter What You've Heard... 
  • You don't need any previous experience at all! 
  • You need almost zero money to start with 
  • You don't need your own product 
  • You don't need your own list 
  • You don't even need a website! 
Lets get straight to the point... 

Imagine Getting Cold Hard Cash You Can Spend From The Internet - Every Single Day! 

You might think that sounds too good to be true, but I'm telling you, it's real. 

All you need is a set of simple techniques that can do it for you. That's why I'm going to hand them to you, so you can put them to work in literally hours. 

It doesn't matter what your skill level is. It doesn't matter if you've tried and failed before. It doesn't matter if you think "nothing works". 

I'm here to tell you that this works, and you can start seeing serious cash MUCH sooner than you can imagine right now (you won't be rich, but the cash is real). 

Best of all, once you have your fast cash money machine set up, you'll start making cash on complete autopilot 24 hours a day, 365 days a year. 

Now, if you're frustrated that nothing you've tried before has worked, I completely understand. So was I. But once you know what I'll show you, making money becomes as easy as walking! I'm not kidding. 

Here's what I mean: 
  • You don't need to spend months coming up with your own product (you don't need a product at all!) 
  • You don't need to spend a boatload of money on things like website design or sales copy (that takes your startup cost from thousands of dollars to virtually zero) 
  • You need to know almost nothing technical at all (I'll show you everything you need, step by step...and it ain't much) 
  • You'll never need to spend more than a couple hours a week on this! 

For complete information please click here:
Baca Selengkapnya....

Friday, June 08, 2012

Penciptaan Lingkungan Perusahaan pada Aspek SDM

Aspek pada SDM di lingkungan perusahaan yang perlu diciptakan, dibina dan dikembangkan (Nawawi, 2001) sebagai berikut:
  1. Di lingkungan setiap dan semua perusahaan, pekerja sebagai SDM memerlukan komunikasi yang terbuka dalam batas-batas wewenang dan tanggungjawab masing-masing. Komunikasi yang lancar untuk memperoleh informasi-informasi yang dipandang penting oleh pekerja dan disampaikan tepat pada waktunya dapat menimbulkan rasa puas dan merupakan motivasi kerja yang positif. Untuk itu perusahaan dalam menyampaikan informasi dapat dilakukan dalam bentuk pertemuan atau secara langsung pada setiap pekerja, atau melalui pertemuan kelompok, dan dapat pula melalui sarana publikasi perusahaan seperti papan buletin, majalah perusahaan dan lain-lain.
  2. Di lingkungan suatu perusahaan, setiap dan semua pekerja memerlukan pemberian kesempatan pemecahan konflik dengan perusahaan atau sesama karyawan secara terbuka, jujur dan adil. Kondisi itu sangat berpengaruh pada loyalitas, dedikasi serta motivasi kerja karyawan. Untuk itu perusahaan perlu mengatur cara penyampaian keluhan keberatan secara terbuka atau melalui proses pengisian fomulir khusus untuk keperluan tersebut. Disamping itu dapat ditempuh pula dengan kesediaan untuk mendengarkan review antar karyawan yang mengalami konflik, atau melalui proses banding (appeal) pada pimpinan yang lebih tinggi dalam konflik dengan manajer atasannya. 
  3. Di lingkungan suatu perusahaan, setiap dan semua karyawan memerlukan kejelasan pengembangan karir masing-masing dalam menghadapi masa depannya. Untuk itu dapat ditempuh melalui penawaran untuk memangku suatu jabatan, memberi kesempatan untuk mengikuti pelatihan atau pendidikan di luar perusahaan atau pada lembaga pendidikan yang lebih tinggi. Di samping itu dapat juga ditempuh melalui penilaian kerja untuk mengatur kelebihan dan kekurangannya dalam bekerja yang dilakukan secara obyektif. Pada gilirannya berikut dapat ditempuh dengan mempromosikannya untuk memangku jabatan yang lebih tinggi di dalam perusahaan tempatnya bekerja. 
  4. Di lingkungan perusahaan, karyawan perlu diikutsertakan dalam pengambilan keputusan dan pelaksanaan pekerjaan, sesuai dengan posisi, kewenangan dan ajabatan masing-masing. Untuk itu perusahaan dapat melakukannya dengan membentuk tim inti dengan mengikutsertakan karyawan, dalam rangka memikirkan langkah-langkah bisnis yang akan ditempuh. Di samping itu dapat pula dilakukan dengan menyelenggarakan pertemuan-pertemuan yang tidak sekedar dipergunakan untuk menyampaikan perintah-perintah dan informasi-informasi tetapi juga memperoleh masukan, mendengarkan saran dan pendapat karyawan 
  5. Di lingkungan suatu perusahaan, setiap karyawan perlu dibina dan dikembangkan perasaan bangganya pada tempat kerja, temasuk juga pada pekerjaan atau jabatannya. Untuk keperluan itu, perusahaan berkepentingan menciptakan dan mengembangkan identitas yang dapat menimbulkan rasa bangga karyawan terhadap perusahaan. Dalam bentuk yang sederhana dapat dilakukan melalui logo, lambang, jaket perusahaan dan lainnya. Di samping itu rasa bangga juga dapat dikembangkan melalui partisipasi perusahaan terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara dengan mengikutsertakan karyawan, kepedulian terhadap masalah lingkungan sekitar dan mempekerjakan karyawan dengan kewarganegaraan dari bangsa tempat perusahaan melakukan operasional bisnis. 
  6. Di lingkungan suatu perusahaan, setiap dan semua karyawan harus memperoleh kompensasi yang adil/wajar dan mencukupi. Untuk itu diperlukan kemampuan menyusun dan menyelenggarakan sistem dan struktur pemberian kompensasi langsung dan tidak langsung (pemberian upah dasar dan berbagai keuntungan/manfaat ) yang kompetitif dan dapat mensejahterakan karyawan sesuai dengan posisi/jabatannya di perusahaan dan status sosial ekonominya di masyarakat. 
  7. Di lingkungan suatu perusahaan, setiap dan semua karyawan memerlukan keamanan lingkungan kerja. Untuk itu perusahaan berkewajiban menciptakan dan mengembangkan serta memberikan jaminan lingkungan kerja yang aman. Beberapa usaha yang dapat dilakukan antara lain dengan membentuk komite keamanan lingkungan kerja yang secara terus menerus melakukan pengamatan dan pemantauan kondisi tempat dan peralatan kerja guna menghindari segala sesuatu yang membahayakan para pekerja, terutama dari segi fisik. Kegiatan lain dapat dilakukan dengan membentuk tim yang dapat memberikan respon cepat terhadap kasus gawat darurat bagi karyawan yang mengalami kecelakaan. Dengan kata lain perusahaan perlu memiliki program keamanan kerja yang dapat dilaksanakan bagi semua karyawannya. 
  8. Di lingkungan suatu perusahaan, setiap dan semua karyawan memerlukan rasa aman atau jaminan kelangsungan pekerjaannya. Untuk itu perusahaan perlu berusaha menghindari pemberhentian sementara para karyawan, menjadikannya pegawai tetap dengan memiliki tugas-tugas reguler dan memiliki program yang teratur dalam memberikan kesempatan karyawan mengundurkan diri, terutama melalui pengaturan pensiun. 
  9. Di lingkungan suatu perusahaan, setiap dan semua karyawan memerlukan perhatian terhadap pemeliharaan kesehatannya, agar dapat bekerja secara efektif, efisien dan produktif. Untuk itu perusahaan dapat mendirikan dan menyelenggarakan pusat kesehatan, pusat perawatan gigi, menyelenggarakan program pemeliharaan kesehatan, program rekreasi dan program konseling/penyuluhan bagi para pekerja/karyawan.
Sumber : Ari Husnawati. 2006. Analisis Pengaruh Kualitas Kehidupan Kerja terhadap Kinerja Karyawan dengan Komitmen dan Kepuasan Kerja Sebagai Intervening Variabel (Studi Pada Perum Pegadaian Kanwil Vi Semarang). Tesis. Program Studi Magister Manajemen Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro, Semarang
Baca Selengkapnya....

Friday, May 25, 2012

Kualitas Kehidupan Kerja (QWL)

Kualitas kehidupan kerja atau Quality of Work Life (QWL) merupakan salah satu bentuk fisafat yang diterapkan manajemen dalam mengelola organisasi pada umumnya dan sumberdaya manusia pada khususnya. Sebagai filsafat, kualitas kehidupan kerja merupakan cara pandang manajemen tentang manusia, pekerja dan organisasi. Unsur-unsur pokok dalam filsafat tersebut ialah: kepedulian manajemen tentang dampak pekerjaan pada manusia, efektifitas organisasi serta pentingnya para karyawan dalam pemecahan keputusan teutama yang menyangkut pekerjaan, karier, penghasilan dan nasib mereka dalam pekerjaan.

Ada dua pandangan mengenai maksud dari kualitas kehidupan kerja. Pandangan pertama mengatakan bahwa kualitas kehidupan kerja adalah sejumlah keadaan dan praktek dari tujuan organisasi. Contohnya: perkayaan kerja, penyeliaan yang demokratis, keterlibatan pekerja dan kondisi kerja yang aman. Sementara yang lainnya menyatakan bahwa kualitas kehidupan kerja adalah persepsi-persepsi karyawan bahwa mereka ingin merasa aman, secara relatif merasa puas dan mendapat kesempatan mampu tumbuh dan berkembang selayaknya manusia (Wayne, 1992 dalam Noor Arifin, 1999).

Konsep kualitas kehidupan kerja mengungkapkan pentingnya penghargaan terhadap manusia dalam lingkungan kerjanya. Dengan demikian peran penting dari kualitas kerja adalah mengubah iklim kerja agar organisasi secara teknis dan manusiawi membawa kepada kualitas kehidupan kerja yang lebih baik (Luthansm, 1995 dalam Noor Arifin, 1999). 

Sedangkan Prof. Siagian (dalam Noor Arifin, 1999) menyatakan bahwa QWL sebagai filsafat manajemen menekankan: 
  1. QWL merupakan program yang kompetitif dan mempertimbangkan berbagai kebutuhan dan tuntutan karyawan. 
  2. QWL memperhitungkan tuntutan peraturan perundang-undangan seperti ketentuan yang mengatur tindakan yang diskriminan, perlakuan pekerjaan dengan cara-cara yang manusiawi, dan ketentuan tentang sistem imbalan upah minimum. 
  3. QWL mengakui keberadaan serikat pekerja dalam organisasi dan berbagai perannya memperjuangkan kepentingan para pekerja termasuk dalam hal upah dan gaji, keselamatan kerja dan penyelesaian pertikaian perburuhan berdasarkan berbagai ketentuan normatif dan berlaku di suatu wilayah negara tertentu. 
  4. QWL menekankan pentingnya manajemen yang manusiawi, yang pada hakekatnya berarti penampilan gaya manajemen yang demokratik termasuk penyeliaan yang simpatik 
  5. Dalam peningkatan QWL, perkayaan pekerjaan merupakan bagian integral yang penting. 
  6. QWL mencakup pengertian tentang pentingnya tanggung jawab sosial dari pihak manajemen dan perlakuan manajemen terhadap para karyawan yang dapat dipertanggungjawabkan secara etis. 
Sumber : Ari Husnawati. 2006. Analisis Pengaruh Kualitas Kehidupan Kerja terhadap Kinerja Karyawandengan Komitmen dan Kepuasan Kerja Sebagai Intervening Variabel (Studi Pada Perum Pegadaian Kanwil Vi Semarang). Tesis. Program Studi Magister Manajemen Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro, Semarang
Baca Selengkapnya....

Sunday, March 18, 2012

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU KONSUMEN

Beberapa faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen adalah sebagai berikut : 

1. Faktor – Faktor Kebudayaan 
a. Budaya 
Budaya adalah faktor penentu keinginan dan perilaku seseorang yang paling mendasar. Jika makhluk yang lebih rendah perilakunya sebagian besar diatur oleh naluri, maka perilaku manusia sebagianbesar adalah dipelajari. 

b. Sub Budaya 
Sub budaya mempunyai kelompok – kelompok sub budaya yang lebih kecil yang merupakan identifikasi dan sosialisasi yang khas untuk perilaku anggotanya. Ada empat macam sub budaya yaitu kelompok kebangsaan, kelompok keagamaan, kelompok ras dan wilayah geografis. 

c. Kelas Sosial 
Kelas sosial adalah kelompok dalam masyarakat, dimana setiap kelompok cenderung memiliki nilai, minat dan tingkah laku yang sama. 


2. Faktor – Faktor Sosial 
a. Kelompok Referensi 
Kelompok referensi adalah kelompok – kelompok yang memberikan pengaruh langsung atau tidak langsung terhadap sikap dan perilaku seseorang. 

b. Keluarga 
Anggota keluarga dapat memberikan pengaruh yang kuat terhadap perilaku pembeli. 

c. Peranan dan Status 
Kedudukan seseorang dalam setiap kelompok dapat dijelaskan dalam pengertian peranan dan status. Setiap peranan membawa satu status yang mencerminkan penghargaan umum oleh masyarakatnya. 

3. Faktor – Faktor Pribadi 
a. Usia dan Tahap Daur Hidup 
Pembelian seseorang terhadap barang dan jasa akan berubah – ubah selama hidupnya. Demikian halnya dengan selera seseorang berhubungan dengan usianya. 

b. Pekerjaan 
Dengan adanya kelompok – kelompok pekerjaan, perusahaan dapat memproduksi produk sesuai dengan kebutuhan kelompok pekerjaan tertentu. 

c. Keadaan Ekonomi 
Keadaan ekonomi seseorang dapat dilihat dari tingkat pendapatan yang dapat berpengaruh terhadap pilihan produk. 

d. Gaya Hidup 
Gaya hidup seseorang adalah pola hidup seseorang yang turut menentukan perilaku pembelian. 

e. Kepribadian dan Konsep Diri 
Kepribadian adalah ciri – ciri psikologis yang membedakan setiap orang sedangkan konsep diri lebih kearah citra diri. 

4. Faktor – Faktor Psikologis 
a. Motivasi 
Motivasi adalah suatu kebutuhan yang cukup kuat mendesak untuk mengarah seseorang agar dapat mencari pemuasan terhadap kebutuhan itu. 

b. Persepsi 
Seseorang yang termotivasi siap untuk melakukan suatu perbuatan. Bagaimana seseorang yang termotivasi berbuat sesuatu adalah dipengaruhi oleh persepsinya terhadap situasi yang dihadapinya. 

c. Belajar 
Belajar menggambarkan perubahan dalam perilaku seseorang individu yang bersumber dari pengalaman. Kebanyakan perilaku manusia diperoleh dengan mempelajarinya. 

d. Kepercayaan dan Sikap 
Melalui perbuatan dan belajar, orang memperoleh kepercayaan dan sikap selanjutnya mempengaruhi tingkah laku pembelian (Kotler, 1997 : 153 – 161).

Sumber: Asih Purwanto. 2008. Pengaruh Kualitas Produk, Promosi Dan Desain Terhadap Keputusan Pembelian Kendaraan Bermotor Yamaha Mio. Skripsi. Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Surakarta

Baca Selengkapnya....